MENIKAH.XYZ

Tips Seputar Relationship dan Pernikahan

Persiapan Lamaran Untuk Laki-laki dan Perempuan

Persiapkan acara lamaranmu sesempurna mungkin. Apakah Anda berniat untuk melamar itu calon pasangan Anda? Apakah Anda memiliki rencana untuk lamaran pernikahan? Meski terkesan lugas, prosesi lamaran menentukan apakah hubungan Anda dengan pasangan akan bertahan hingga akad nikah.

Tahapan dimana pihak laki-laki meminta restu orang tua dari pihak perempuan untuk menikah dikenal sebagai prosesi lamaran. Selanjutnya, diskusi tentang tanggal pernikahan, mahar, konsep atau tema pernikahan, dan masalah lainnya berlangsung pada saat lamaran. Nah mari kita bahas mengenai tema persiapan lamaran ini dari berbagai sudut pandang.

Persiapan Lamaran Untuk Laki-laki dan Perempuan
Persiapan Lamaran Untuk Laki-laki dan Perempuan (gambar: pexels/Jonathan Borba)

Persiapan lamaran pihak laki-laki

  1. Tentukan dan Kenali Calon Pasangan

Untuk membuat acara lamaran lebih efektif dan lancar, pilih wanita yang akan Anda ajukan lamaran terlebih dahulu dan pastikan Anda mengenalnya.

  1. Calon Pasangan Harus Single Dan Tidak Terikat

Pastikan wanita yang dilamar masih lajang dan belum di khitbah oleh orang lain.

  1. Memantapkan Hati Untuk Melamar

Sertakan Allah dalam setiap keputusan yang kita buat, terutama dalam hal jodoh. Untuk melakukan ini, menjadi lebih dekat dengan Allah dan mencari petunjuk,misalnya dengan Anda melakukan doa dan sholat istikhoroh.

  1. Meminta Ijin Kepada Sang Calon Pasangan

Karena prosedur lamaran sama pentingnya bagi orang tua wanita seperti proses pernikahan, lebih baik untuk mendapatkan persetujuan pihak wanita terlebih dahulu sebelum melamar orangtua dari wanitanya langsung. Karena dapat memutuskan hubungan antara dua keluarga, ini mengurangi dampak penolakan perempuan.

Hal ini bisa dilakukan dengan meminta bantuan saudaranya atau dengan bertanya langsung kepada sang perempuan dengan didampingi oleh laki-laki yang merupakan saudaranya.

  1. Meminta Izin pada Wali calon pasangan yang akan Dilamar

Tahap selanjutnya adalah mendapatkan persetujuan wali perempuan sebelum mengajukan aplikasi resmi ketika biodata dan pertemuan telah selesai. Jika disetujui, proses lamaran pernikahan kedua calon akan dilanjutkan.

Mengenai hal ini Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda:

“Janganlah engkau menikahkah janda sampai engkau meminta pendapatnya dan janganlah engkau menikahkan perawan sampai engkau meminta izinnya.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kita tahu dia mengizinkan?” Beliau pun bersabda, “Dia diam saja.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Menggali Informasi Mengenai Calon

Untuk itu sangat penting dilakukan penggalian informasi mengenai calon pasangan yang akan dilamar mulai dari nama, kepribadian hingga latar belakang keluarganya. Hal ini dilakukan sebagai gambaran awal mengenai bagaimana calon pasangan yang akan dilamar nanti.

Namun begitu, dalam menggal informasi mengenai calon pasangan yang akan dilamar ini juga harus tetap memperhatikan aturan-aturan dalam syariat Islam. Maka dalam hal ini dibutuhkan informasi tambahan untuk mengenali lebih jauh pasangan hidup nantinya.

Maksud dari penggalian informasi mengenai calon pasangan yang akan dilamar ini adalah untuk mendapatkan informasi dasar saja, jika mungkin sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain. Informasi dasar itu cukup dengan cara meminta biodata calon pasangan dan foto (jika belum tahu orangnya), informasi keluarganya dan latar belakang dimana ia aktif.

Untuk mendapatkan informasi bisa dengan cara menanyakan secara langsung kepada orangnya, keluarga dan kerabatnya, atau bisa juga dari bantuan orang ketiga semisal dari ustadz atau ustadzahnya yang bisa menjaga amanah dan memang dilandasi dengan motif ingin membantu. Sumber: Umma.

Persiapan lamaran pihak perempuan

Wanita tentu peka terhadap lingkungannya, termasuk ketika seorang pria melamarnya. Temuannya mendalam termasuk dalam persiapan lamaran pihak perempuan. Perasaannya dalam keadaan baik. Wanita kemudian akan bereaksi terhadap gejala yang terkait dengan proposisi setelah adanya lamaran itu.

Penting untuk mengevaluasi tanggapan dan sikap perempuan secara adil. Karena wanita secara alami tidak menganggap benih, bebet, dan berat dengan cara budaya feodal. Wanita hanya memperhatikan perilaku dan agama pelamarnya. Ini sangat penting agar dia tidak menyesalinya dalam hidup ini atau selanjutnya.

Islam memberikan catatan terkait sikap perempuan saat dilamar. Dalam kitab Adab fid Din, Imam Ghazali menyebutkan sebagai berikut.

آداب المرأة إذا خطبها الرجل ـ تأمر من تأمن به من أهلها إن كان صدوقا ـ أن يسأل عن مذهب الخاطب ودينه واعتقاده ومروؤته في نفسه وصدقه في وعده وتنظر من قرباؤه ومن يغشاه في بيته وعن مواظبته على صلواته وجماعته ونصيحته في تجارته وصنعته

“Adab perempuan bila dilamar seorang lelaki ialah meminta salah seorang keluarganya yang bisa dipercaya untuk pertama, menanyakan mazhab pria pelamar, agama, aqidah, nama baik, dan ketepatan janjinya. Kedua, perempuan itu juga perlu memerhatikan kerabat dan orang-orang rumahnya. Ketiga, ia juga penting untuk mengamati ketekunan sembahyang lima waktu dan perihal sembahyang jama’ah si pelamar. Keempat, ia mesti keapikan usaha dan sumber penghasilan pelamar.”

Selain itu, Imam Ghazali menekankan dalam buku yang sama bahwa perempuan harus lebih fokus pada masalah agama daripada harta materi dan perjalanan hidup mereka daripada apa yang biasa disebut sebagai pelamar.

Menurut Imam Ghazali, Qana’ah juga harus dimiliki untuk meningkatkan tingkat keakraban dan kasih sayang. Untuk menghilangkan ketakutan wanita terhadap pria yang ingin melamar mereka, qana’ah sangat penting.

Yang dibawa saat lamaran

Adapun aneka macam barang yang dibawa saat lamaran tidak patokan resminya. Bergantung setiap daerah mempunyai adat masing-masing. Tentu perhatikan juga kemampuan calon mempelai berdua, jangan terlalu memaksakan sehingga menjadikan beban. Apalagi jika seserahan ini menjadi penghambat niat baik menyempurnakan separuh agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.